Friday, May 16, 2008

GUGUR DALAM KESEMPURNAAN IMAN

Abu jahal, yang sebenarnya bernama ammar bin syam, setiap hari selalu marah-marah karena budaknya satu demi satu telah memeluk Islam.

Tanpa rasa takut mereka melakukan didepan matanya. Bahkan ada stu keluarga budak Abu jahal yang seleruhnya menjadi pengikut Rasulullah, mereka adalah Yasir dan istrinya, Sammiyah serta kedua anakknya, Ammar dan Abdullah.

Pada suatu hari mereka dihadapkan didepan pengadilan dengan tangan dan kaki terbelenggu.

“Kalian memang keparat,” teriak Abu jahal, “Muhammad itu anak gila, mengapa kalian ikuti? Jika ingin selamat kalian harus menyatakan keluar dari Islam!”

Keempat orang dalam satu keluarga itu diam saja, mulutnya komat kamit mengucapkan kalimat tauhid.

“Kalian memang bedebah! Dihadapanku masih berani menentangkku, mau minta tolong kepada siapa,Hah?” sambil berteriak-teriak , cambuk Abu jahal melecut-lecut mendera tubuh keempat orang satu keluarga itu.”Kalian mau minta tolong kepada Muhammad? Ha ha ha….. dia tak akan sanggup untuk menolong kalian!”

Mereka tetap diam tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka kecuali ucapan Syahadat. Kemurkaan Abu jahal semaklin memuncak. Cambuk semakin deras menghantam tubuh mereka, namaun tak sedikitpun hati mereka bergeming. Kemudian Abu jahal memerintahkan algojonya untuk memanggang tubuh mereka diatas api membara, seperti orang membakar sate. Demikian keadaan keluarga Yasir. Seorang demi seorang ditelentangkan diatas tempat pemanggangan, daging mereka melepuh dan bau kulit terbakar menusuk hidung.

Mendengar penyiksaan Abu jahal kepada keluarga Yasir, rrsl datang menjenguk mereka, namun beliau tidak dapat berbuat apa-apa, tak dapat menolong mereka. Mereka adalah budak orang lain dan pada saat itu belum turun ayat yang menyatakan berperang.

Dengan menetes air mata Rasulullah mendekati mereka dan menggumam,’Sabarlah, hai keluarga Yasir, ada saatnya nanti masa akan berubah, dan sesungguhnya dan didepanmu telah menenti surga yang dijanjikan”.

Kemudian Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berdo’a;

“Ya Allah berikanlah kelapangan jiwa bagi keluarga Yasir”

Abu jahal dan anak buahnya tertawa tergelak-gelak dan setelah Rasulullah pergi dan berkata;

“Hahaha… kalian lihat, junjunganmu yang kau agung-agungkan ternyatra pergi begitu saja, tanpa bisa berbuat apa-apa untuk menolongmu. Hahaha…” kata Abu jahal.

Setelah dipanggang terus menerus, akhirnya Yasir tak sanggup menerima siksaan itu, maka gugurlah dia. Ketika mayatnya diangkat, tubuhnya menghitam karena terbakar. Ammar hanya menundukkan kepala, sedih dan bangga menyaksikan kematian ayahnya.

Kemudian menyusul Abdullah saudaranya. Badannya yang sakit-sakitan tak dapat menahan siksaan yang luar biasa itu, akhirnya diapun wafat. Namun pada detik terakhir dia sempat tersenyum, tanda keteguhan imannya.

Melihat itu Abu jahal jadai gusar.”Keparat! setan Iblis, disiksa sedemikian rupa masih juga keras kepala. Hm, baiklah!” teriak Abu jahal “Anggkat Sammiyah,perempuan keparat itu!”

Para anak buah Abu jahal mengangkat tubuh Sammiyah dan didudukkan, sementara itu Ammar masih tetap dipanggang dengan hebatnya.

“Kalau kau mau keluar dari agama Muhammad, Ammar yang hampir mampus itu akan kulepaskan,” kata Abu jahal kepada Sammiyah.

No comments: