Sudah lama faridahyang cantik jelita itu menjadi idaman setiap lelaki. Banyak para pemuda yang jatuh cinta kepada perempuan itu , namun tak seorangpun diantara mereka yang berhasil menyuntingnya.
Abdullah adalah satu diantara oemuda yang mengagumi faridah. Namun betapa hancur hatinya, tatkala gadis pujaannya itu akhirnya dipersunting oleh seorang pria duda yang telah memiliki delapan orang putra, duda itu telah ditinggal mati oleh istrinya.
Abdullah dan semua orang yang telah jatuh cinta kepada faridah mrnjadi tak mengerti. Apa yang membuat gadis itu tertarik dan menyerahkan kecantikannya kepada duda banyak anak itu. Duda itu tidak kaya, tampanpun tidak.
Abdullah yang paling sakit hati, diantara pemuda-pemuda itu. Ia telah menyatakan cintanya kepada faridah, bahkan ia melamarnya menjadi istri. Dirinya cukup kaya dan tampan, tetapi mengapa faridah tak menghiraukannya.?
Oleh sebab itu Abdullah bertekat, jika dengan cara halal dan baik-baik ia gagal, maka ia akan menggunakan cara kekerasan.meskipun hanya untuk menikmati kemesraan sejenak dengan faridah.
Kemudian Abdullah mulai mengawasi kebiasaan faridah tiap hari. Apa saja yang dilakukan dan pergi kemanatiap harinya. Sampai masalah kecil lainnya diamati oleh Abdullah, untuk mencari kesempata berdua dengan perempuan itu.dan bila perlu memperkosanyajika tidak ada jalan lain.
Hati Abdullah yang mantap, ia telah memperoleh waktu yang tepat untuk melaksanakan tekatnya. Malam hari adalah waktu yang memungkinkan, sekitar jam sepuluh malam.karena pada saat itu faridah keluar untuk menuju sungai, mengambil air wudhu untuk sembahyang.
Karena sudah merasa yakin kesempatannya baik sekali.pada suatu malam Abdullah bersembunyi dibalik rumpun semak didekat sungai. Ketika langit gelap gulita, muncullah faridah berjalan sendirian.
Tanpa mersa faridah menuju sungai, seperti biasanya ia menuju tempat itu, tiba-tiba Abdullah melompat keluar dari persembunyiannya.
“Berhenti’teriak Abdullah.
Faridah menjadi terkejut, tetapi setelah diketahui bahwa yang menghadang itu adalah Abdullah, pemuda yang sudah dikenalnya, perempuan itu berusaha tetap tenang.
“
“Aku ingin bersenang-senang denganmu. Lepaskan semua pakaianmu,”kata Abdullah seperti tak dapat menahan nafsunya.
“ Dingin, bang kalau malam-malam begini harus bertelanjang ,”ujar faridah.
“Aku nanti yang akan menghangatkanmu,” jawab Abdullah. “cepat kau lepas pakaianmu, aku ingin segera menikmatimu.
“Ah, abang,” faridah tertawa manja, ia berusa tenang , meskipun tahu bahaya mengancamnya . “akupun ingin menikmati kemesraan bersama abang, tetapi disini kurang aman.kadang-kadang ada orang lewattempat ini. Saya punya tempat kosong ditengah kampong, ada ranjangnya juga. Rumah itu milik nenek saya yang buta dan tuli. Saya bawa kuncinya. Bagaimana kakau kita kesana, bang?”
Alangkah gembira hati Abdullah, pucuk dicinta ulampun tiba. Mereka kemudian menuju kerumah nenek faridah dengan mengendap-endap, karena takut diketahui orang kampong.
Saat itu kampong memang sudah sepi. Maklum ,kampung kecil yang terpencil. Setelah memasuki rumah, mereka duduk berdua diatas ranjang.
“Bang,supaya kenikmatan kita tidak terusik oleh kekhawatiran kepergok orang,tolong abang intip dulu semua rumah dikampung ini. Apakah mereka sudah tertidur atau belum,”kata faridah.”kalau seluruhya kampung ini sudah terlelap, kita akan bebas melakukan apasaja yang kita inginkan ,tanpa diketahui oleh orang lain.
Dipikir pendapat faridah memang benar, Abdullah kemudian pergi mengintip dari satu rumah kerumah lainnya dan seluruh kampung .setelah yakin bahwa seluruh warga kampung sudah tidur pulas semua, Abdullah kembali menemui faridah.
“Sudah kuintip dengan teliti seluruh kampung .aku yakin semuanya sudah terlelap,” kata Abdullah.
“Semuanya?”Tanya faridah, seperti kurang percaya.
“Ya,semuanya,”jawab Abdullah menegaskan.
“Ah, kukira belum semuanya. Masih ada satu lagi yang belum abang tengok, apakah sudah tidur apa belum.”
“Siapa?, kata Abdullah tak mengerti.
“Allah, jawab faridah tegas.” Abang belum intip dia. Apakah Allah tidur atau tidak.sebab, walaupun seisi ala mini tidak melihat perbuatan kita,Allah pasti mengawasi semua tindak tanduk kita semua.lebih baik kita urungkan niat ini. Bang,jika abang beriman, Allah tidak pernah tidur bukan? Dan bahwa Allah maha mendengar dan mengetahui.
Mendengar ucapan faridah, Abdullah bagaikan terjatuh kedalam jurang. Tubuhnya seakan hancur dan sakit. Sejak saat itu Abdullah berjanji pada diri sendiri,tidak akan mengganggu faridah atau perempuan lainnya yang bukan haknya.
No comments:
Post a Comment