Friday, May 16, 2008

MENJADI BUDAK UNTUK SEDEKAH

Dalam hadist riwayat At-Tabrani diceritakan. Ketika Rasulullah duduk bersama sahabat-sahabatnya, bercerita tentang Nabi Khidhir.

Suatu hari Nabi Khidhir berjalan ditengah pasar, demikian Rasulullah memulai ceritanya. Saat itu Nabi Khidhir berpapasan dengan seorang budak maktab (budak yang merdeka berdasarkan perjanjian yang telah disepakati beersama).

“Bersedekahlah untukku Tuan. Semoga Allah memberkatimu,” kata budak itu.

“Aku percaya pada takdir Allah, tetapi hari ini aku benar-benar tak punya untuk kusedekahkan kepadamu,” jawab Nabi Khidir.

“Bi wajhillah ( Demi mengharap wajah Allah) saya memohon kepadamu, bersedekahlah kepadaku, kulihat tuan adalah seorang yang baik, saya ingin sekali memperoleh berkah darimu,” rengek budak itu.

Karena terus mendesak, akhirnya Nabi Khidir mengambil keputusan.

“Aku beriman kepada Allah, tetapi aku tak punya apapun yang bisa kuberikan kepadamu, kecuali kau mau menjualkusebagai budak,” kat Nabi Khidir

Benarkah tuan mau menjadi budak karena hanya ingin bersedekah kepadaku?,” Tanya budak itu ragu.

“Engkau telah meminta sesuatu dariku bi wajhillah. Demi Allah aku tak ingin mengecewakanmu. Karena itu jualah diriku sebagai budak,” jawab Nabi Khidir

Budak itu ternyata nekat membawa Nabi Khidir kepada seorang hartawan untuk dijual sebagai budak. Ia laku 400 dirham, dan uang itu diterimanya, sejak itu Nabi Khidir tinggal dirumah majikannya yang telah membeli dirinya sebagai budak.

“Tuan anda telah membeli diriku. Tak usah sungkan memerintahku untuk melakukan suatu pekerjaan,” kata Nabi Khidir kepada majikannya.

“Baiklah kalau itu maumu, pindahkan batu-batu itu.”

Nabi Khidir kemudian memindahkan batu-batu itu ketempat yang ditunjukkan majikannya. Biasanya batu-batu itu dipindahkan satu pekerja dalam waktu berminggu-minggu. Tetapi Nabi Khidir mampu memindahkan dalam waktu Cuma sebentar saja.

“Alangkah baik pekerjaanmu,” puji majikannya setengah tidak percaya.
karena sangat dipercaya, Nabi Khidir suatu hari diminta menjaga rumah dan keluarga majikannya.

“Aku tak menolak jika kau perintahkan mengerjakan apapun, tapi jangan kau perintahkan aku melakukan itu.” Tolak Nabi Khidir

“Kenapa?, jika kau ku perintahkan melakukan pekerjaan lain, aku khawatir nanti akan menyengsarakanmu”

“Atas kuasa Allah, tak ada sesuatu pekerjaan yagn akan memberatkanku,” sekali lagi Nabi Khidir meyakinkan majikannya.

“Aku ingin membuat batu bata, nanti setelah aku kembali dari bepergian akan kubuat membangun rumah. Apakah kau sanggup melaksanakannya?,”

Nabi Khidir menyanggupi pekerjaan itu. Kemudian ia mulai membuat batu bata saat majikannya berangkat pergi.

Ketika majikannya kembali dari bepergiaan, lagi-lagi dibuatnya keheranan. Batu bata itu telah selesai dikerjakannya ,bahkan sudah rampung membangun rumah yang ia rencanakan.

Melihat kejadian yang tidak masuk akal secara beruntun, majikan Nabi Khidir mulai curiga.

“Bi Wajhillah, aku bertanya kepadamu, apa yang terjadi dan bagaiman kau bisa melakukan hal ini semua?” kata majikan itu.

Akhirnya Nabi Khidir menceritakan peristiwa sejak dimintai sedekah oleh seorang budak makatab karena bi wajhillah, sampai dia menjual dirinya sebagai budak .”Barang siapa yang diminta dengan bi wajhillah, tetapi dia menolak, padahal dia mampu melakukannya, di hari kiamat nanti dia akan menghadap Allah tanpa daging dan dengan nafas tersengal sengal,” kata Nabi Khidir

“Maafkan saya nabiyullah, jika mengetahui anda ini adalah seorang Nabi, tentu tak akan terjadi seperti ini,” kata majikan itu menyesali perbuatannya.

“Sekarang kumerdekakan anda tanpa tebusan, dan silakn anda tinggal disini untuk mengatur keluargaku,wahai Nabiyullah,” sambungnya.

“Aku memang lebih suka merdeka, karena dengan merdeka, aku bisa lebih bebas beribadah kepada Allah<” jawab Nabi Khidir

Kemudia Nabi Khidir berdoa;

“Alhamdullilahi alladzi autsaqana fi u’budiyyati, tsumma najjani minha.( Segala puji milik Allah, yang mengikat aku dalam perbudakan sesaat. Dan telah menyelamatkan diriku dari perbudakan itu ).

ILMUWAN YANG MURTAD


Sebagaimana dikisahkan dalam Alqur’an surat Al-Qashash ayat 76-82, tentang seorang yang kaya raya, tetapi kemudian diadzab Allah karena kesombongan pada hartanya.

Qarun adalah saudara dekat Nabi Musa,mereka masih keluarga sepupu. Pada mulanya ia adalah seorang yang miskin, namun sangat tekkun beribadah. Nabi Musa sangat kagum padanya, melihat keadaannya yang miskin Nabi Musa sangat kasihan dan prihatin, maka diberinya Qarun ilmu kimia, sehingga ia memiliki keahlian dalam mengolah emas.dengan kepandaiannya itulah akhirnya qarun yang sebelumnya miskin menjadi sangat kaya raya.

Sayangnya, setelah kaya Qarun menjadi sombong dan lupa diri.ia sekarang tak mau lahi mengeluarkan zakat bagi fakir miskin. Bahkan sebagai orang kaya, ia berlagak seperti seorang raja yang lengkap dengan pegawai dan pelayannya.

Ia menpunyai gudang-gudang berisi harta benda yang tak terbilang banyakya. Setiap hari Qarun memeriksa gudangnya satu-persatu diiringkan budak-budaknya yang masing-masing membawa beban berupa anak kunci yang tak terhitung banyaknya.

“ Sungguh aku orang yang sangat beruntung didunia ini. Pada masa kini tak ada yang dapat menyamai kekayaanku. Semua itu kudapat dari ilmu dan kepintaranku.” Kata Qarun dengan sombong, ketika memamerkan kekayaannya didepan umum.

“ Hai, Qarun, carilah kekayaan sebanyak-banyaknya, tapi ingatla hidupmu diakhirat nanti” kata seorang sahabatnya mengingatkan.

“ Ah, kalian ingin mengatakan Tuhan Allahmu itu?” sahut Qarun sinis.”mengapa semudah itu kalian dapat dibohongi oleh Musa? Ketahuilah Tuhan yang disiarkan Musa itu Cuma dongeng belaka. Didunia ini hanya satu yang berkuasa, yaitu Yang Mulia Tuhan raja Fir’aun . itu sebabnya aku doberi surga berupa hatra kekayaan melimpah.”

Qarun kemudian berlalu tanpa menghiraukan orang-orang yang menasehatinya.

Mendengar bahwa Qarun semakin ingkar, Nabi Musa datang menemuinya.beliau disambut ramah oleh Qarun.

“ Selamat datang whai saudaraku, anak pamanku” sanbut Qarun.”Apa Kkabarmu wahai Musa? Berita apakah yang engkau bawa?.

Ada yang ingin kutanyakan, yaitu tentang sikapmu akhir-akhir ini,” jawab Nabi Musa.” Aku mendengar bahwa engkau sudah tak beriman lagi pada Allah, Engkau telah ingkar kepada Allah. Bahkan kau kini menyembah-nyembah Fir’aun.kauu juga telah menyombong-nyombongkan bahwa hartamu itu kau dapat karena kau beriman kepada Fir’aun.”

“ Ah, Cuma fitnah keji dari orang-orang yang merasa iri dengan kekayaanku. Percayalah, hai Musa saudaraku.aku masih beriman dan menyembah Allah .”

“ Maha suci Allah.jangan sekali-kali kau ingkar. Sesungguhnya Allah telah banyak menimpakan siksaan kepada orang-orang yang mendustakanNya.”

Banyak sekali nasehat-nasehat yang disampaikan Nabi Musasebelum pergi kepada Qarun. Namun dibibir Qarun lain pula dihatinya. Telah berjalan dan berpijak pada kemunafikan.

“ Sebenarnya Musa itulah yang telah menyombongkan diri,” kata Qarun dalam hati.” Dia mengaku-ngaku sebagai Nabi utusan Tuhan. Aku tahu maksudnya, ia hendak mencari kekuasaan dengan cara yang mudah, pada suatu saat nanti, pasti orang-orang disuruh menyembah dirinya.”

Hari demi hari, kelakuan Qarun semakin menggila, jadilah ia lintah darat yang tanggung-tanggung. Ia meminjamkan uang dengan bunga yang tinggi,dan berlipat ganda. Tak peduli miskin atau kaya, semua diperas dan dicekik lehernya.barangsiapa yang tak dapat melunmasi hutangnya, akan disita semua barang miliknya,dirampas kebun, lading dan sawahnya, atau orang-orang tersebut akan dijadikan budak, jika tak memiliki apa-apa, seringkali Qarun berbuat aniaya terhadap orang-orang miskin yang sengsara.

Dengan demikian bertambahlah kekayaan Qarun, ia semakin sombong dan sewenang-wenang. Semakin besarla kedurhakaannya terhadap Allah. Nabi Musa yang mendengarkan semuanya semakin sedih hatinya dan sangat prihatin serta kecewa atas prilaku saudara sepupunya itu.dengan tiada bosan-bosannya Nabi Musa menasehati Qarun. Namun Qarun tak pernah mengubrisnya. Kesombongan dan kedurhakaannya semakin menghebat. Seringjali ia turun kejalan dan mengadakan pawai besar, memamerkan kekayaan dan kesenangan hidupnya. Dalam arak-arakan yang panjang itu ikut serta semua istri-istrinya dan wanita-wanita peliharaan yang semuanya memakai perhiasa-perhiasanemas permata. Dan tak lupa ratusan budaknya ikut dalam pawai itu.

Meskipun kecongkakkan dan kemirtadan Qarun makin hari makin tak karuan, namun Nabi Musa tetap sabar untuk menasehatinya, tapi hal itu ditanggapi lain oleh Qarun, dianggapnya Nabi Musa iri dengan apa yang dimilikinya. Dan juga Nabi Musa dianggap duri bagi kehidupannya. Maka Qarun berusaha dengan bermacam tipu daya untuk menjelek-jelekkan nama baiknya.

Pada suatu hari Qarun memanggil seorang pelacur. Diberikanya upah besar pada pelacur itu agar mengaku didepan umum bahwa ia telah melakukan zina dengan Nabi Musa.

Maka pada suatu hari raya, Qarun mengumpulkan orang-orang dari segala penjuru kota untuk menghadiri rapar besar. Dimana dikatankan bahwa Nabi Musa akan berdakwah dan memberi nasehat.

Ketika semuanya sudah berkumpul, mulailah Nabi Musa memberikan nasehat-nasehat.

“ Barangsiapa mencuri, akan kami potong tangannya.” Ucap Nabi Musa lantang.”Dan barangsiapa yang berbuat zina maka, kami rajam dia.”

Tiba-tiba Qarun kedepan dan memotong pidato Nabi Musa.” Sekalipun engkau yang berbuat Nabi Musa.”

“ Ya sekalipun aku yang berbuat , hukumtetap berlaku.”

“ Hai Musa, jika begitu engkau harus dirajam atau dilempari batu, Bani israil telah menuduhmu berzina dengan seorang pelacur, teriak Qarun.”

Mendengar apa yang diucapkan Qarun, Nabi Musa bagai disambar petir, ia hanyamenyebut nama Allah.

Perempuan pelacur itu dipanggil oleh Qarun dan dihadapkan Nabi Musa.

“ Engkau bersih dan bebas dari apa yang mereka tuduhkan kepadamu, Nabi Musa. Qarun telah memberiku seribu dinar untuk melancarkan tuduhan keji atau fitnah ini kepadamu. Meskipun selama ini perbuatanku kurang terpuji, tapi aku takut kepada Allah untuk melakukan perbuatan jahat itu kepadamu.”

Mendengar ucapan pelacur itu, seketika lemaslah tubuh Nabi Musa, beliau menangis dan berdo’a:

“Ya Allah, jika benar aku ini Nabimu,maka tolonglah hambamu ini.”

Maka turunlah wahyu Allah “Hai Musa, kami telah jadikan bumi ini tunduk pada perintahmu, maka perintahkanlah sesukamu!”

Nabi Musa kemudian memperingatkan Qarun.

“Bertobatlah dan minta ampunlah kepada Allah, sebelum azab menimpamu!”

“Aku tidak percaya kepada Allah tuhanmu! Aku takut dengan azab itu! Semua itu bohong!” jawab Qarun dengan sengit.

Nabi Musa berseru lantang kepada kaumnya :

Barang siapa bersama Qarun, tetaplah ditempatnya! Dan barang siapa bersamaku, hendaknya meninggalkan temapt ini”

Orang-orang yang beriman kepada Nabi Musa segera berbondong-bondong meninggalkan tempat itu. Sedangkan Qarun dan pera pengikutnya yang sedang masih berdiri ditempat itu dengan sombong.

“Dengan Nama Allah, Hai bumi telanlah Qarun dan pengikutnya serta semua harta bendanya!” teriak Nabi Musa dan kemudian menghentakkan tongkat mukjizatnya keatas tanah.

Tiba-tiba tanah membelah. Qarun dan pengikutnya terbenam kedalamnya mula-mula sebatas lutut,kepinggang, keleher, lalu seluruh tubuh hingga tak nampak lagi, lenyap ditelan bumi.

Baersamaan itu terbenam pula semua gedung-gedung. Kekayaan harta benda Qarun kedalam bumi.

Dengan begitu tamatlah riwayat Qarun dan harta kekayaanya yang berlimapah itu tidak seorangpun dari budak-budak dan harta kekayaan serta orang-orang yang dekat dengannya yang menolong.sebagaimana yang disebautkan dalamAl-Qur’an, “ maka Kami benamkan Qarun beserta rumahnya kedalam bumi. Tidak ada baginya ssuatu golonganpun yang bisa menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang(yang dapat) membela (dirinya).”

HUKUM MESTI DI TEGAKKAN

Suatu hari datang seorang wanita dari Bani Najjar menemui Umar bin Khatab. Wanita itu mengadu bahwa telah dizinahi oleh Abu Salamah atau Ubaidillah, putra Umar bin Khatab, hingga hamil dan melahirkan bayi.

Mendengar hal itu betapa murkanya Umar bin Khatab. Tentu saja hal itu sangat memalukan dirinya.

“Hai jariyah, benar apa yang kau ucapkan tadi?” Tanya Umar bin Khatab.

“Benar Khalifah, saya berani bersumpah diatas Al-Qur’an, jika aku dianggap bohong,” kata wanita itu meyakinkan.

Mendengar apa yang diucapakn wanita itu tadi yang bernama Jarriyah. Khalifah Umar bin Khatab merasa yakin bahwa wanita itu tidak berdusta. Dan anak yang digendonggnya itu merupan bukti perzinahannya dengan Abu Salamah, anak kandunggnya.

Dengan menahan marah Umar bin Khatab memanggil Abu Salamah.

“Ubaidillah, kamu kenal dengan wanita ini?” Tanya Khalifah Umar bin Khatab kepada Abu Salamah.

Abu Salamah tak langsung menjawab pertanyaan ayahnya, sejenak dipandanginya wanita itu yang menggendong seorang bayi itu kemudian menunduk.

“Kau kenal dia?!”

“Benar ayah”

“Apa yang telah kau lakukan bersamanya?”

“Maafkan saya Ayah, anakmu telah khilaf, sehingga menuruti ajakn syaitan. Sekarang saya pasrah , hukuman apapun yang ayah berikan kepada saya akan saya terima, daripada saya harus menaggung semuadiakhirat kelak.”

Mendengar pengakuan anakknya, Khalifah Umar bin Khatab merasa bangga atas sikap yang dilakukan oleh anaknya yang mau mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya. Namun sebagai seorang ayah, ia merasa tak tega menghukum anaknya. Ia seperti memeakn buah simalakama, tapi sebagai seorang Khalifah dirinya harus benar-benar menegakkan keadilan.

Disinilah letak sikap menegakkan keadilan seorang pemimpin yang tengah diuji, dimana ia harus berhadapan dengan anaknya sendiri.

“Bagaimanapun juga hukum harus tetap ditegakkan Ubaidillah anakku, kau harus tetap dihukum rajamsesuai dengan hokum Islam,” kata Khalifah Umar bin Khatab dengan tegas.

Mendengar keputusan Khalifah Umar bin Khatab, banyak shabat yang berusaha mencegah dan menasehatinya agar hukuman itu diurungkan atau diganti dengan hukuman lain. Namun ketetapan hati Umar bin Khatab untuk menegakkan keadilan sudah bulat dan tidak ditawar lagi.

“Hukum harus tetap ditegakkan, tidak pandang bulu bagi siapapun yang telah melanggarnya.”

Tegasnya kemudian.

Akhirnya hukuman rajjam dilaksanakan. Abu Salamah putera Umar bin Khatab menjalani eksekusi hukuman rajjam dan cambuk yang sesuai dengan apa yang ia lakukan hingga ia menemui ajalnya ditang rajam.

GUGUR DALAM KESEMPURNAAN IMAN

Abu jahal, yang sebenarnya bernama ammar bin syam, setiap hari selalu marah-marah karena budaknya satu demi satu telah memeluk Islam.

Tanpa rasa takut mereka melakukan didepan matanya. Bahkan ada stu keluarga budak Abu jahal yang seleruhnya menjadi pengikut Rasulullah, mereka adalah Yasir dan istrinya, Sammiyah serta kedua anakknya, Ammar dan Abdullah.

Pada suatu hari mereka dihadapkan didepan pengadilan dengan tangan dan kaki terbelenggu.

“Kalian memang keparat,” teriak Abu jahal, “Muhammad itu anak gila, mengapa kalian ikuti? Jika ingin selamat kalian harus menyatakan keluar dari Islam!”

Keempat orang dalam satu keluarga itu diam saja, mulutnya komat kamit mengucapkan kalimat tauhid.

“Kalian memang bedebah! Dihadapanku masih berani menentangkku, mau minta tolong kepada siapa,Hah?” sambil berteriak-teriak , cambuk Abu jahal melecut-lecut mendera tubuh keempat orang satu keluarga itu.”Kalian mau minta tolong kepada Muhammad? Ha ha ha….. dia tak akan sanggup untuk menolong kalian!”

Mereka tetap diam tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka kecuali ucapan Syahadat. Kemurkaan Abu jahal semaklin memuncak. Cambuk semakin deras menghantam tubuh mereka, namaun tak sedikitpun hati mereka bergeming. Kemudian Abu jahal memerintahkan algojonya untuk memanggang tubuh mereka diatas api membara, seperti orang membakar sate. Demikian keadaan keluarga Yasir. Seorang demi seorang ditelentangkan diatas tempat pemanggangan, daging mereka melepuh dan bau kulit terbakar menusuk hidung.

Mendengar penyiksaan Abu jahal kepada keluarga Yasir, rrsl datang menjenguk mereka, namun beliau tidak dapat berbuat apa-apa, tak dapat menolong mereka. Mereka adalah budak orang lain dan pada saat itu belum turun ayat yang menyatakan berperang.

Dengan menetes air mata Rasulullah mendekati mereka dan menggumam,’Sabarlah, hai keluarga Yasir, ada saatnya nanti masa akan berubah, dan sesungguhnya dan didepanmu telah menenti surga yang dijanjikan”.

Kemudian Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berdo’a;

“Ya Allah berikanlah kelapangan jiwa bagi keluarga Yasir”

Abu jahal dan anak buahnya tertawa tergelak-gelak dan setelah Rasulullah pergi dan berkata;

“Hahaha… kalian lihat, junjunganmu yang kau agung-agungkan ternyatra pergi begitu saja, tanpa bisa berbuat apa-apa untuk menolongmu. Hahaha…” kata Abu jahal.

Setelah dipanggang terus menerus, akhirnya Yasir tak sanggup menerima siksaan itu, maka gugurlah dia. Ketika mayatnya diangkat, tubuhnya menghitam karena terbakar. Ammar hanya menundukkan kepala, sedih dan bangga menyaksikan kematian ayahnya.

Kemudian menyusul Abdullah saudaranya. Badannya yang sakit-sakitan tak dapat menahan siksaan yang luar biasa itu, akhirnya diapun wafat. Namun pada detik terakhir dia sempat tersenyum, tanda keteguhan imannya.

Melihat itu Abu jahal jadai gusar.”Keparat! setan Iblis, disiksa sedemikian rupa masih juga keras kepala. Hm, baiklah!” teriak Abu jahal “Anggkat Sammiyah,perempuan keparat itu!”

Para anak buah Abu jahal mengangkat tubuh Sammiyah dan didudukkan, sementara itu Ammar masih tetap dipanggang dengan hebatnya.

“Kalau kau mau keluar dari agama Muhammad, Ammar yang hampir mampus itu akan kulepaskan,” kata Abu jahal kepada Sammiyah.

ADA YANG TIDAK TIDUR

Sudah lama faridahyang cantik jelita itu menjadi idaman setiap lelaki. Banyak para pemuda yang jatuh cinta kepada perempuan itu , namun tak seorangpun diantara mereka yang berhasil menyuntingnya.

Abdullah adalah satu diantara oemuda yang mengagumi faridah. Namun betapa hancur hatinya, tatkala gadis pujaannya itu akhirnya dipersunting oleh seorang pria duda yang telah memiliki delapan orang putra, duda itu telah ditinggal mati oleh istrinya.

Abdullah dan semua orang yang telah jatuh cinta kepada faridah mrnjadi tak mengerti. Apa yang membuat gadis itu tertarik dan menyerahkan kecantikannya kepada duda banyak anak itu. Duda itu tidak kaya, tampanpun tidak.

Abdullah yang paling sakit hati, diantara pemuda-pemuda itu. Ia telah menyatakan cintanya kepada faridah, bahkan ia melamarnya menjadi istri. Dirinya cukup kaya dan tampan, tetapi mengapa faridah tak menghiraukannya.?

Oleh sebab itu Abdullah bertekat, jika dengan cara halal dan baik-baik ia gagal, maka ia akan menggunakan cara kekerasan.meskipun hanya untuk menikmati kemesraan sejenak dengan faridah.

Kemudian Abdullah mulai mengawasi kebiasaan faridah tiap hari. Apa saja yang dilakukan dan pergi kemanatiap harinya. Sampai masalah kecil lainnya diamati oleh Abdullah, untuk mencari kesempata berdua dengan perempuan itu.dan bila perlu memperkosanyajika tidak ada jalan lain.

Hati Abdullah yang mantap, ia telah memperoleh waktu yang tepat untuk melaksanakan tekatnya. Malam hari adalah waktu yang memungkinkan, sekitar jam sepuluh malam.karena pada saat itu faridah keluar untuk menuju sungai, mengambil air wudhu untuk sembahyang.

Karena sudah merasa yakin kesempatannya baik sekali.pada suatu malam Abdullah bersembunyi dibalik rumpun semak didekat sungai. Ketika langit gelap gulita, muncullah faridah berjalan sendirian.

Tanpa mersa faridah menuju sungai, seperti biasanya ia menuju tempat itu, tiba-tiba Abdullah melompat keluar dari persembunyiannya.

“Berhenti’teriak Abdullah.

Faridah menjadi terkejut, tetapi setelah diketahui bahwa yang menghadang itu adalah Abdullah, pemuda yang sudah dikenalnya, perempuan itu berusaha tetap tenang.

Ada perlu apa bang, malam-malam begini mencegat saya ditempat sepi?”Tanya faridah.

“Aku ingin bersenang-senang denganmu. Lepaskan semua pakaianmu,”kata Abdullah seperti tak dapat menahan nafsunya.

“ Dingin, bang kalau malam-malam begini harus bertelanjang ,”ujar faridah.

“Aku nanti yang akan menghangatkanmu,” jawab Abdullah. “cepat kau lepas pakaianmu, aku ingin segera menikmatimu.

“Ah, abang,” faridah tertawa manja, ia berusa tenang , meskipun tahu bahaya mengancamnya . “akupun ingin menikmati kemesraan bersama abang, tetapi disini kurang aman.kadang-kadang ada orang lewattempat ini. Saya punya tempat kosong ditengah kampong, ada ranjangnya juga. Rumah itu milik nenek saya yang buta dan tuli. Saya bawa kuncinya. Bagaimana kakau kita kesana, bang?”

Alangkah gembira hati Abdullah, pucuk dicinta ulampun tiba. Mereka kemudian menuju kerumah nenek faridah dengan mengendap-endap, karena takut diketahui orang kampong.

Saat itu kampong memang sudah sepi. Maklum ,kampung kecil yang terpencil. Setelah memasuki rumah, mereka duduk berdua diatas ranjang.

“Bang,supaya kenikmatan kita tidak terusik oleh kekhawatiran kepergok orang,tolong abang intip dulu semua rumah dikampung ini. Apakah mereka sudah tertidur atau belum,”kata faridah.”kalau seluruhya kampung ini sudah terlelap, kita akan bebas melakukan apasaja yang kita inginkan ,tanpa diketahui oleh orang lain.

Dipikir pendapat faridah memang benar, Abdullah kemudian pergi mengintip dari satu rumah kerumah lainnya dan seluruh kampung .setelah yakin bahwa seluruh warga kampung sudah tidur pulas semua, Abdullah kembali menemui faridah.

“Sudah kuintip dengan teliti seluruh kampung .aku yakin semuanya sudah terlelap,” kata Abdullah.

“Semuanya?”Tanya faridah, seperti kurang percaya.

“Ya,semuanya,”jawab Abdullah menegaskan.

“Ah, kukira belum semuanya. Masih ada satu lagi yang belum abang tengok, apakah sudah tidur apa belum.”

“Siapa?, kata Abdullah tak mengerti.

“Allah, jawab faridah tegas.” Abang belum intip dia. Apakah Allah tidur atau tidak.sebab, walaupun seisi ala mini tidak melihat perbuatan kita,Allah pasti mengawasi semua tindak tanduk kita semua.lebih baik kita urungkan niat ini. Bang,jika abang beriman, Allah tidak pernah tidur bukan? Dan bahwa Allah maha mendengar dan mengetahui.

Mendengar ucapan faridah, Abdullah bagaikan terjatuh kedalam jurang. Tubuhnya seakan hancur dan sakit. Sejak saat itu Abdullah berjanji pada diri sendiri,tidak akan mengganggu faridah atau perempuan lainnya yang bukan haknya.

Wednesday, April 30, 2008

SERVICE GARASI

Pada suatu malam, seorang pelayan bertubuh seksi dan berdada montok dipanggil oleh tuannya yang duda. Sang tuan berada dalam kamar tidurnya.

“Yem, apakah pintu dapur sudah ditutup?”

“Sudah, Tuan.”

“Pintu ruang tamu sudah ditutup?”

“Sudah, Tuan.”

“Pintu garasi sudah ditutup?”

“Sudah Tuan. Semua pintu sudah saya tutup, Tuan. Hanya satu pintu yang belum saya tutup, Tuan.”

“Pintu apa itu?.”

“Pintu `garasi` Tuan sendiri.Apakah perlu saya tutupkan sekarang, Tuan?.”

Sambil melirik reslithingnya yang belum tertutup, Sang Tuan menjawab, “Oo, yang ini nanti saja,setelah mobilnya kau service.”

TETANGGA DISURGA

Abu yazid Al Bustahami adalah seorang yang dikenal rajin bermunajat kepada Allah. Karena keinginannya masuk surga .hatinya senang, pikirannya seolah-olah melayang sampai kearasy Tuhan.

“inilah tempat Rasulullah, semoga aku kelak menjadi tetangganya disyurga”, bisik hati kecilnya. Ketika ia tersadar dari khayalannya, tiba-tiba datang suara menyeru.

Ada seorang hamba yang kelak akan menjadi tetanggamu disurga. Ia tinggal dinegri ini”, kata suara itu.

Terdorong hatinya untuk mencari sahabatnya yang kelak menjadi tetangganya disyurga. Abu yazid pergi mencari orang yang di sebutkan itu.ia berjalan kaki 100 fatsah hingga sampai kesebuah negeri tempat orang yang disebutkan itu.

Ketika ia akan menjumpai orang itu, seorang laki-laki menasehatinya. “Mengapa engkau mencari orang yang fasiq dan peminum arak itu. Padahal dari tanda-tanda didahimu kau adalah seorang yang shaleh”, ujarnya.

Mendengar nasehat itu,hati yazid jadi termangu .” jika demikian kamu suara yang menyuruhku saat aku bermunajat itu adalah suara syaitan. Mengapa kau harus menurutinya “. Bisiknya didalam hati.

Tetapi ketika dia akan melangkahkan kaki untuk kembali, hatinya kembali termenggu.” Aku datang jauh-jauh kemari untuk menemui orang itu, aku tak akan pulang sebelum bertemu orang itu “. Bisiknya dalam hati.

“Dimana orang itu “tanya yazid.

“Dia sekarang sedang mabuk-mabukan di tempat ini”. Ujar lelaki itu seraya menunjuk sebuah tempat.

Maka melangkahlah kaki yazid menemui orang yang disebutkan itu, ditempat itu ia menemukan 40 orang laki-laki yang sedang mabuk-mabukkan minum kahmr, sementara orang yang dicarinya itu tampak duduk diantara mereka.

Begitu melihat keadaan yang kontras dari apa yang disangkanya, Abu Yazid Al Busthami cepat membalikkan kaki hendak meninggalkan mereka, ia merasa kesal dan putus asa. Tetapi seseorang memanggilnya.

“Hai Abu Yazid, mengapa engkau tidak jadi masuk rumah ini. Bukankah engkau jauh-jauh datang kemari hanya karena ingin bertemu dengan ku ? katanya engkau mencari seorang tetanggamu disurga kelak?”. Ujar lelaki itu.

Mendengar ucapan orang tadi itu , hati Abu Yazid jadi masyqul.ia tak habis pikir bagaimana orang itu bisa mengetahui maksud kedatangannya, padahal ia belum menyampaikan isi hatinya.

Dalam keaadaan hati yang galau, Abu Yazid mulutnya seakan terkunci, tetapi ada pertentangan dalam hatinya.

“Sudahlah Abu Yazid, kau tak perlu banyak berpikir dan merasa heran. Yang datang menyuruhmu telah memberitahukan kedatanganmu padaku. Ayo masuklah kerumahku, duduklah barang sesaat”, ajak orang itu.

Dengan sedikit ragu Abu Yazid menurutinya masuk kedalam rumah dan duduk diantara mereka yang sedang mabuk-mabukan itu.

“Hai Abu Yazid, masuklah surga jangan cuman ingin enaknya sendiri. Itu bukan sifat utama dan mulia dari seorang laki-laki sepertimu. Dulu ada 80 orang fasik yang suka mabuk-mabukan seperti apa yang kau lihat ini. Kemudian aku berusaha membiarkan mereka agar bisa menjadi teman dan tetanggaku kelak disurga yang 40 sudah berhasil berhenti dari kefasikan dan kini tinggal 40 orang lagi. Inilah tugasmu membinanya untuk bertaubat agar bisa menjadi tetanggamu kelak disurga.”Kata orang itu

Bagai disambar petir hati Abu Yazid mendengar ucapan orang itu. Hati merasa terpanggil mengikuti jejak orang itu. Dia bertekat harus bisa menyadarkan 40 orang fasik itu sebagai tetangganya kelak disurga

Kepada 40 orang yang tengah mabuk-mabukan itu, lelaki itu kemudian memperkenalkan bahwa orang yang datang itu adalah Abu Yazi Al Busthami. Dia adalah sahabat mereka yang akan mengajak mereka bersama-sama menjadi penghuni surga dengan dakwah dan pembinaan khusus akhirnya 40 orang itu sadar dan bertaubat. mereka itulah tetangga Abu Yazid di surga kelak.

Sunday, April 27, 2008

ORANG YANG MEMILIKI SIFAT SHIDIQ

Saat berada didalam masjid, syaikh ibrahim al-khawwash bertemu dengan seorang pemuda yang sangat tampan. Pemuda itu berpakaian sangat indah, dan bau harum tubuhnya semerbak menusuk hidung.

Pemuda itu memasuki mesjid dengan sikapnya yang sangat hormat. Mencerminkan budi pekertinya sangat halus dan sopan.

“pemuda tampan ini seorang yahudi .” kata syaikh Ibrahim kepada sahabatnya seraya pandangannya diarahkan pada pemuda itu. Secara reflek sahabat syaikh Ibrahim itu juga menoleh.

Mendengar ucapan syaikh Ibrahim , para sahabatnya menunjukkan sikap kurang setuju, karena apa yang diucapkan syaikh Ibrahim itu terhadap seorang jemaah dimesjid.

Rupanya pemuda itu mendengar pembicaraan mereka . setelah syaikh Ibrahim pulang usai shalat, pemuda itu mendekati sahabat-sahabatnya.

“Apa kata syaikh Ibrahim tentang diriku?” Tanya pemuda itu.

Mendengar pertanyaan pemuda itu, para sahabat syaikh Ibrahim dan para jemaah lain enggan menjawab mereka memilih diam.

“Tak perlu takut, aku hanya ingin tau apa yang diucapkan syaikh Ibrahim tadi”, desak pemuda itu.

Akhirnya salah seorang diantara jemaah mengatakan terus terang.

“ Apakah apa yang dikatakan syaikh Ibrahim tadi benar, bahwa kau seorang yahudi.

Tiba-tiba orang tadi lari keluar tanpa menjawab pertanyaan jemaah tadi. Pemuda itu menyusul syaikh Ibrahim yang tengah berjalan menuju rumahnya, dengan mencium tangan syaikh Ibrahim pemuda itu menyatakan dirinya masuk islam.

Tentu saja syaikh Ibrahim menjadi heran dengan sikap pemuda itu , yang tiba-tiba menyatakan keinginannya masuk islam.

“ Apa yang mendorongmu sehingga secara mendadak kau ingin memeluk agama islam,” Tanya syaikh Ibrahim.

Kemudian pemuda itu menceritakan tentang isi kitab yang dimilikinya.

“ Dalam kitab itu dikatakan, firasat orang yang memiliki sifat shidiq tidak pernah meleset. Saya menguji kaum muslimin dengn menyamar sebagai jemaah mesjid. Orang shidiq(yang bisa dipercaya omongannya) pasti berbeda dikelompok orang muslim. Ternyata dugaanku memang benar, syaikh Ibrahim bisa mengenaliku dengan tepat . berarti anda orang yang shidiq, karena itulah aku masuk islam.”

*****

Friday, April 25, 2008

JANGAN REMEHKAN SI FAKIR

Ketika Syaikh Abu Muhammad usai mengerjakan shalat ashar disebuah mesjid, tiba-tiba datang seorang pemuda yang nampak kelelahan dengan rambutnya yang kusut.sepertinya seorang pemuda itu fakir.

Pemuda itu shalat disamping Syaikh Abu Muhammad,selesai shalat ashar,pemuda itu duduk bersedeku sambil menunggu magrib.ia menekukkan kepala diantara dua lututnya.

Usai shalat magrib berjama’ah, pemuda fakir itu kembali duduk seperti semula. Diundang makan.

“ Maukah kau ikut bersamaku menghadiri undangan baginda Raja?” kata Abu Muhammad kepada pemuda fakir itu.

“ Terima kasih. Aku tak ingin kesana, aku Cuma menginginkan surbanmu untuk kupakai menghangatkan tubuhku yang kedinginan,” jawab pemuda itu.

Mendengar permintaan pemuda itu, Syaikh Abu Muhammad mengerjitkan keningnya,kemudian pergi tanpa menghiraukannya.

Di istana Syaikh Abu Muhammad peseta makan sampai larut mala. Pikirannya tak ingat lagi pada pemuda fakir yang kedinginan dalam mesjid itu.

Sepulang dari istana raja, Syaikh Abu Muhammad kembali kemesjid. Ia melihat pemuda itu masih berada ditempatnya. Dengan duduk bersedeku tanpa selimut.

Tapi, sungguh tak berperasaan, Syaikh Abu Muhammad menggelar sajadahnya untuk tidur, yang tak jauh dari tempat duduk pemuda itu.

Dalam tidurnya, Syaikh Abu Muhammad mimpi bertemu rombongan Rasulullah dan para Nabi. Syaikh Abu Muhammad mendekati rombangan Rasulullah, kemudian mengucapkan salam. Tetapi Rasulullah memalingkan muka, tanda hatinya tak berkenan.

“ Wahai Rasulullah, apak dosaku hingga Rasulullah memalingkan muka dariku?” Tanya Syaikh Abu Muhammad.

“ Seorang fakir dari umatku telah meminta sesuatu darimu, tapi engkau tak menghiraukannya.” Jawab Rasulullah.

Mendengar ucapan demikian, Syaikh Abu Muhammad terbangun dari tidurnya dengan tubuh gemetar. Kemudian dicarinya pemuda fakir yang berada dimesjid itu. Terdengar suara langkah, tanda baru saja pemuda itu meninggalkan mesjid itu.

Syaikh Abu Muhammad mengejarnya seraya berteria-teriak memanggilnya.

“ Hai pemuda, berhantilah kau. Ini selimut yang kau pinta tadi. Sekarang kuberikan kepadamu,” teriak Syaikh Abu Muhammad.

Pemuda fakir itu menghentikan langkahnya, kemudian menoleh kearah Syaikh Abu Muhammad.

“ Ketiaka seorang fakir menginginkan sesuatu dari anda. Anda tak menghiraukannya. Dan anda baru memberi setelah diminta oleh 124 nabi. Sekarang aku tak membutuhkan lagi sesuatu darimu.” Kata pemuda itu seraya meninggalkan Syaikh Abu Muhammad yang berdiri terpaku ditempatnya, tak tahu. Apa yang harus dilakukan.

GANJARAN BAGI PENGHIANAT

Ketika terjadi perang salib, pasukan nasrani menyerbu tanah Arab. Pasukan Islam dipimpin oleh Sultan Salahuddin Al Ayubi. Sedangkan laskar Nasrani dibawah komando Richard si hati singa yang sangat kejam.

Dalam suatu penyerbuan yang licik, beberapa orang tentara Islam terjebak. Semuanya terbunuh terkecuali 3 orang. Mereka ditasngkap dan dihadapkan kepada Pangeran Richad.

“Kalia akan dibunuh mati!” teriak Pangeran Richard.

Ketiga tentara itu hanya diam, sepertinya tak gantar menghadapi gertakan itu. Dua diantaranya mereka berusia separoh umur dan seorang lagi masih kelihatan muda.

“Tinggal pilih, kalian ingin mati dengan cara mana? Digantung, disalip, atau dipancung!” kata Pangeran Richard lagi.

Kedua tentara Islam yang berusia sedikit tua itu akhirnya menjadi ketakutan mendengar ancaman hukuman yang nampak tidak main-main. Mereka kelihan pucat pasi mukanya, tubuhnya gemetar dan lunglai bertumpu diatas lututnya. Sedangkan seorang lagi yagn masih muda tampak tenang.

“Namun semua dapat diatur,” lanjut Pangeran Richard.

“Masih ada jalan untuk selamat bagi diri kalian. Kalian akan kubebaskan dan kuberi kesenangan serta harta kekayaan, tetapi dengan syarat kalian harus memeluk agama kami dan menjadi mata-mata tentara kami!”

“Hai anak muda,” teriak Pangeran Richard kepada tentara Islam yang masih muda itu.”Bagaimana dengan dirimu? Menurut kehendak kami dengan imbalan kesenangan dan kekayaan, atau memilih mati?”

Pemuda yang tangannya terbelenggu erat hanya menatap panglima Nasrani itu dan mulutnya mengucapkan “Allahu Akbar.” Sikap anak pemuda itu membuat Pangeran Richard murka. Dengan berteriak ia memanggil algojonya.

“Bangsat! Seret dia keluar dan cincang tubuhnya!”

Algojo yang tubuhnya tinggi besar, dengan kasar menyeret tubuh pemuda yang tak berdaya itu keluar. Dimasukkan tubuh pemuda itu kedalam sebuah tong kayu yagn bagian dalamnya dipasangi paku-paku.tong itu ditutup rapat-rapat, kemudian digulingkan dari atas bukit. Kedua kawannya disuruh menyaksikan jalanya hukuman mati itu.

Ketika tong yang berisi pemuda itu sampai didasar bukit dibuka.kedua kawannya memekik ngeri melihat keadaan anak muda itu.seluruh tubuhnya bersimbah darah dengan luka bagai dicabik-cabik.

“Sudah kau lihat nasib kawanmu itu?” Tanya Richard ketika kedua tentara Islam itu dihadapkan kepada dirinya.”Kau ingin seperti dia atau memilih kehidupan yang mulia?”

“Saya ingin hidup mulia,” jawab seorang diantara kedua tentara Islam yang sedikit lebih tua.

“Bagus! jadi kau mau menuruti permintaanku? Mau menjadi mata-mata kami?”

“Tidak!”

“Lho?!Lalu apa maksudmu?” teriak panglima Richard “Aku ingin hidup mulia disisi Allah. Allahu Akbar!”

“Tua bangka kurang ajar! Kau lihat saja nanti “ejek Panglima Richard dengan mata berapi-api.” Dan kau,yang satunya bagaimana keputusanmu?”

Tentara Islam yang satunya,yang berumur lebih tua dengan gemetar dan badannya membungkuk-bungkuk ketakutan maju kedepan

“Saya……..saya mohon ampun,Tuanku.Saya……..saya akan menuruti kehendak Tuanku.”

“Hahaha……Bagus…bagus” Richard sihati singa tertawa seraya memili-milin kumisnya.”Artinya kamu mau memeluk agama kami dan menjadi mata-mata tentara kami?”

“Benar Tuanku. Saya sebetulnya memeluk agama Islam hanya ikut-ikutan saja. Saya juga ikut berperang juga karena dipaksa.

“Betul demikian?”

“Betul, Tuanku”

Hati sang Pangeran Richard sangat girang mendengar jawaban itu. Kemudian ia berteriak

“Hai, Pengawal berikan dia pakaian yang bagus dan mulia sekarang ia kuangkat menjadi mata-mata kita.”

Pengawal itu maju kedepan.”Ampun Panglima. Sebelum diangkat menjadi bagian dari tentara kita. Apakah lebih baik kita uji kesetiaanya pada kita?”

“Apa maksudmu?”

“Dia harus berani membunuh kawannya sendiri untuk menguji kesetiaannya pada kita.”

“Hamba bersedia Tuanku. Hamba bersedia melakukannya”kata tentara Islam itu.

Maka pengawal itu membuka pengikatnya dan memberinya sebilah pedang. Dengan mata menjijikan penghianat itu mengambil pedang yagn disodorkan kepadanya. Dan dengan cepat dihujamkannya keperut kawannya sendiri,kemudian diulangnya berkali-kali. Gugurlah syahid itu dengan memekik”Allahu Akbar! Allahu Akbar!.”

Penghianat itu kemudian maju kedepan sambil tertawa sinis.”Percayakah Tuanku sekarang? Dan hamba kini menyatakan diri untuk menjadi pengikut Tuan.”

Richard si hati singga mengangguk-angguk kepala. Kemudian tertawa puas.

“Pengawal ajak dia ketempat perjamuan dan perlakukan dia dengan baik.”

“Sebentar Tuanku” sahut pengawalitu.”Tidak sepatutnya orang ini diberi penghormatan seperti itu.”

Penghianat itu menjadi kaget dengan ucapan itu

“Apa maksudmu?” Tanya Panglima Richard.”Bukankah dia telah melakukan tugasnya dengan baik?”

“Justru karena itulah kita harus berhati-hati,Tuanku,”Jawab pengawal itu.”Terhadap kawannya sendiri yang sudah lama bergaul cukup lama,dia tega berbuat kejam. Apalagi terhadap kita yagn baru dikenalnya. Hamba yakin suatu ketika dia pun pasti akan menghianati kita.”

Mendengar penjelasan pengawal itu, Panglima Richard mengkerutkan alisnya,lalu mengangguk-angguk.

“Ampun, Tuanku . hamba sekali-kali tidak akan berani melakukanitu….”ratap penghianat itu.

“Tuanku,Panglima….”kata pengawal itu lagi.”sifat khianat adalah sifat terlaknat. Kalau suatu hari ia diri dan dia membeberkan semua keadaan serta pertahanan kita kepada tentara Islam,apakah kita tidak akan hancur?”

“Lalu apa yang harus kita lakukan terhadap orang ini?” Tanya Panglima Richard

“Hukum dia dengan kejam,melebihi kematian kedua sahabatnya yagn kesatria itu”

“Algojo!” teriak Panglima Richard.”Masukkan penghianat ini kedalam kandang singa!”

Dengan meraung-raung minta ampun penghianat itu diseret kekandang singa. Dia menangis dan meratap untuk diampuni, tapi panglima Richard tak memperdulikannya. Sebentar kemudian terdengar raungan singa yagn diiringi jeritan memilukan. Tubuh penghianat itu tercabik-cabik oleh singa yang nampaknya sangat kelaparan.sengsara dia diDunia dan sengsara pula diAkhirat

Thursday, April 24, 2008

si cantik dari pedalaman


di sebuah desa yang terpencil hiduplah seorang gadis yang sangaaat cantik, namun sayang gadis tersebut bodoh.hingga

"MAAF KALO KURANG SOPAN "

"TAPI CERITA INI SANGAT LUCU DAN MENARIK"
suatu saat datanglah seorang pemuda yang kaya raya dengan menggunakan sepeda motor,dan ia tertarik pada gadis itu.akhirnya ia berbincang bincang.
"gadis": mas apa yang mas bawa dan mas tunggangi?
"pemuda":masa kamu gak tau sih!
"gadis":iya mas saya gak tau, soalnya didesa sini gak ada benda semacam ini.
"pemuda":mau tau?,ini namanya motor.
"gadis":ohhhhh!
keesokan harinya pemuda itu datang lagi dengan membawa mobil.
"gadis":mas apa lagi yang mas bawa?
"pemuda":ini namanya mobil.
"gadis":ohhhhhh, mobil.
karena pemuda itu sangat tertarik pada gadis itu maka si pemuda datang dengan membawa becak,dan ingin menipu gadis desa yang bodoh itu.
"gadis":mas apa lagi sih yang mas bawa?
"pemuda":mau tau?
"gadis":iya mas.
"pemuda":sepoooong dulu!
"akhirnya gadis yang bodoh dan lugu itu menyepong alat vital sipemuda, dan si pemudapun meresapi nikamat yang luar biasa."

Wednesday, April 23, 2008

"Mengatasi DBD"

Di zaman sekarang kita harus waspada terhadap segala bentuk penyakit.....di daerah kumuh yg kini tempat saya tinggal sering sekali keluarga saya terkena penyakit.....terutama adik saya yg di bawah umur 10 tahun....dan ketika datang musim hujan.....di daerah saya pasti akan tergenang air...dan wabah penyakit mulai menyerang.....yg paling berbahaya penyakit demam berdarah......pernah pada tahun 2000 lalu adik kami yg masih berusia 6 th terserang penyakit DBD....dan itu sampai merenggut nyawa adik saya...Yah apa boleh buat kami tak mampu manahan / merubah kenyataan ini.....Sampai akhirnya saya dapat mengatasi hal-2 tersebut.....
Wartawan...:" Terus apa yang kamu lakukan dengan hal tersebut..... sampai-2 semua orang menjuluki kamu Pahlawan DBD....dengan cara apa sehingga nyamuk bisa kamu basmi...????
Saya..:" Yah dengan pengetahuan saya...saja...tanpa bantuan dokter....!!
Wartawan....:" Apa itu ..???
Saya....:" Cukup dengan Lada....(bumbu masak)...!!!
Wartawan....:" Ohhhh....kok bisa...caranya gimana.....?????
Saya.....:" Yahh mudah....Caranya...kita harus menangkap nyamuk tersebut....lalu kita masukkan sebutir lada kedalam mulutnya...pasti nyamukya mati.....boleh di buktikan ko...???
Wartawan....:" oooooooooooooooo...bisa yah????????